Dirinya. . .
Telah hadir dalam memori hidupku
Dirinya. . .
Telah masuk tanpa mengetuk dan tanpa kuharapkan
Tertawanya yang lepas adalah cahaya yang termanis.
Ketermenungannya adalah bisunya jiwaku yang membawa hampa.
Sedangkan bisunya akan kesedihan adalah perih tertajam bagi hatiku.
Andai. .
Dia tau. .
Betapa indahnya dirinya bagi diriku
Betapa murni rasaku kepadanya. . .
Dan. . .
Betapa ikhlasnya langkahku untuknya
Ku inginkan. . .
Dirinya selalu hadir dalam memori hidupku
Ku harapkan. . .
Dirinya tersenyum untuk sebuah keindahan hidupnya
`Tuk selamanya





0 komentar:
Posting Komentar